UI Design: Pengertian, Elemen, dan Prinsip Dasar yang Perlu Dipahami

UI design atau User Interface design merupakan pondasi penting dalam membuat produk digital. Konsep ini fokus pada estetika dan tampilan visualnya. Jadi untuk membuat aplikasi, website, atau layanan serupa akan mempertimbangkan UI-nya.

Melalui UI, maka antara sistem digital yang kaku dan kebutuhan visual pengguna yang estetis akan saling berpadu. Jika visualnya tidak menarik, maka pengguna juga tidak akan nyaman untuk memanfaatkan produk digital.

Pengertian UI

Definisi sebenarnya dari UI design sendiri adalah tata letak visual antarmuka sebuah produk. Misal saat pengguna membuka sebuah aplikasi, maka estetika dan konsep visualnya terbuat melalui perancangan UI.

Melalui UI ini, maka struktur UX bisa diterjemahkan menjadi tampilan yang jelas, menarik, hidup, dan lebih humanis. Sedangkan jika tidak ada UI, maka estetika tidak akan terbangun dengan baik.

Fokus utama penerapan UI adalah hierarki visual dan estetika, tapi tetap memperhitungkan keterbacaan komponen layar. Melalui hal-hal tersebut, maka tampilan sebuah produk digital akan tetap nyaman di mana pengguna.

Elemen UI

Untuk membangun UI portofolio atau UI untuk kebutuhan lainnya, maka perlu menerapkan beberapa elemen penting. Elemen UI penting sebagai acuan untuk merancang tampilan yang menarik. Berikut beberapa elemennya:

1. Tipografi

Tipografi adalah teknik memilih dan memadukan font dalam satu wadah agar tetap nyaman dan terbaca. UI design harus memperhitungkan penerapan tipografi dalam memadukan visual agar pengguna tidak merasa kebingungan atau kurang nyaman.

Pemilihan font untuk UI tentu tidak bisa sembarangan karena harus mampu menyampaikan karakter dari merek itu sendiri. Pengaturan ukuran, keterbacaan, serta hirarki teks harus menjadi pertimbangan matang.

Jarak antar font, antar baris, dan antar huruf juga penting agar hasilnya lebih baik. Designer harus memperhitungkan kenyamanan pengguna baik yang membuka produk digital dari komputer maupun smartphone.

2. Warna dan Ruang Putih

UI juga harus mengandung elemen skema warna yang konsisten. Perpaduan warna juga tidak boleh sembarangan. Ada psikologi brand dengan warna yang bisa menjadi acuan dasar untuk kenyamanan pembaca.

Selain itu, UI juga harus mengacu pada elemen ruang putih. Peran ruang putih atau ruang kosong ini bisa melegakan pandangan. Halaman produk bisa punya ruang bernapas yang optimal.

Kombinasi skema warna dan ruang putih yang baik akan mengarahkan perhatian pengguna pada area yang penting. Sedangkan jika satu halaman terkonsep full tanpa jeda atau ruang napas, maka kenyamanan pengguna bisa menurun.

3. Ikonografi

Pada pembangunan UI design, juga harus mempertimbangkan elemen ikonografi atau penggunaan simbol atau ikon visual. Fungsi ikonografi adalah untuk memperjelas atau menggantikan fungsi teks instan dalam visualnya.

Penerapan ikonografi juga harus tetap senada dengan gaya grafis. Pemahaman pengguna baru juga harus menjadi perhitungan. Simbol yang sederhana tapi mudah dipahami akan lebih membantu daripada simbol estetik tapi sulit dipahami.

Ketepatan ukuran simbol dalam UI tidak boleh dikesampingkan. Agar kenyamanan pembaca tetap menjadi acuan, maka ukuran jadi bisa menjadi pedoman. Saat ikon nyaman ditap menggunakan jari pada perangkat seluler, maka akan lebih nyaman untuk pengguna.

4. Komponen Navigasi

UI juga punya elemen komponen navigasi yang sangat penting. Elemen ini juga berkaitan dengan UX design karena memuat keberadaan menu, tombol, serta bar pencarian yang memudahkan pengguna memindah halaman.

Penempatan komponen-komponen tersebut harus fokus di area yang mudah dijangkau untuk kenyamanan navigasi. Semakin nyaman penggunaannya karena dukungan navigasi, maka hasil UI semakin potensial.

Prinsip Dasar UI

Pada prinsipnya, UI design mengacu pada beberapa hal. Pertama adalah prinsip kejelasan, yang mana setiap komponennya harus dikenali sesuai fungsi. Jika ada ketidaksesuaian yang membuat pengguna merasa tidak paham, maka prinsip ini belum terpenuhi.

Konsistensi elemen visual di seluruh halaman juga wajib terpenuhi. Saat konsistensi ini terjaga, maka keharmonisan desain akan tercipta. Setiap halaman rancangan UI perlu keselarasan yang sesuai.

UI juga perlu punya umpan balik visual dari pergerakan pengguna. Misal ada perubahan warna tombol saat diklik, artinya ada penanda respon sistem. Prinsip ini justru akan membantu pemahaman pengguna dan menunjang estetika di saat yang bersamaan.

Penutup

Fungsi dalam produk digital memang harus fokus pada pengguna. Namun dengan adanya UI design, maka estetika visual akan tercipta. Pengalaman pengguna bisa meningkat jika estetika ini tetap terjaga.