Langkah-Langkah Cara Membuat Flowchart yang Mudah Dipahami dan Profesional

Istilah dari kata flowchart mungkin belum terlalu familiar bagi Anda yang baru saja mulai terjun di dunia profesional IT. Pada dasarnya flowchart merupakan diagram yang kerap dipakai untuk menjelaskan suatu proses atau alur kerja.

Selain itu, istilah ini juga bisa berguna untuk memvisualisasikan aliran kerja dalam sebuah bisnis atau proyek. Untuk itu, penting bagi Anda memahami cara membuat flowchart, apa saja simbolnya, dan bagaimana fungsinya berikut ini!

Mengenal Diagram Alir dan Simbolnya

Sebelum membahas lebih lanjut, pahami dahulu apa itu flowchart atau diagram alir. Pada dasarnya merupakan alat yang dipakai untuk merepresentasikan sebuah proses dalam bentuk diagram. Umumnya terdapat beberapa simbol yang bermakna, meliputi:

  • Simbol decision yang digambarkan sebagai bentuk belah ketupat. Menunjukkan kondisi yang akan menghasilkan dua jawaban. 
  • Simbol flow digambarkan dengan bentuk panah ini berguna untuk menggabungkan antara satu simbol dengan yang lainnya. 
  • Simbol terminator direpresentasikan dengan bentuk oval atau persegi panjang dengan tepian melengkung. 
  • Simbol process dipakai untuk menyatakan suatu proses, biasanya digambarkan dengan bentuk persegi panjang. 
  • Simbol data yang digambarkan dengan bentuk parallelogram ini berguna untuk menunjukkan output ataupun input pada sebuah proses. 

Cara Mudah Membuat Flowchart

Salah satu langkah cara membuat flowchart, yakni dengan memahami pengertian dasar diagram alir dan simbolnya. Setelah itu, Anda bisa mengetahui langkah-langkah dalam membuat diagram alir, sebagai berikut!

1. Menentukan Tujuan Membuat Diagram Alir

Langkah pertama setelah memahami simbol, yakni menentukan tujuan yang ingin dicapai dari membuat flowchart. Coba tulis dulu beberapa catatan kecil soal alasan Anda membuat diagram. 

Mengetahui alasan ini mempermudah dalam mencari tahu data apa saja yang harus masuk ke dalam bagan alur. Karena itulah, kedalaman penjelasan untuk tiap tahapan jadi lebih gampang diputuskan.

2. Menyusun Rencana yang Hendak Diuraikan

Fungsi flowchart yakni untuk melihat cara kerja suatu proyek atau proses. Setiap kotak atau simbol yang dipilih ini menjelaskan tiap tahapan yang berbeda. Untuk itu, Anda bisa mulai untuk menyusun langkah yang hendak diuraikan terlebih dahulu. 

Anda bisa membuat daftar sederhana dan mencatat setiap tindakkan serta hasil output atau input yang terjadi dalam proses. Anda juga bisa memperkirakan beberapa kemungkinan lain yang bisa saja muncul dalam proses alurnya. 

3. Mulai Membuat Diagram Alir 

Setelah Anda menentukan tujuan pembuatan, dan langkah-langkah yang hendak diuraikan, selanjutnya bisa memulai membuat flowchart. Anda bisa membuat flowchart sederhana dengan memakai tools seperti Excel, Microsoft Word, atau juga Canva. 

Aplikasi tersebut bisa membantu Anda untuk menggambar diagram, membuat simbol, dan menyusun alur dengan rapi. Bisa Anda menambahkan unsur gambar agar tampilan skema terasa lebih hidup.

4. Perhatikan Ulang Hasilnya

Cara membuat flowchart yang terakhir, yakni melihat lagi secara lebih menyeluruh. Setiap lambang perlu dicek satu per satu agar tidak ada bagian yang salah arah. Sambungan antar simbol harus jelas, salah sedikit bisa mempengaruhi pemahaman orang.

Dengan ini, Anda bisa memastikan bahwa hasil diagram yang dibuat mampu menguraikan proses secara efektif. Meninjau ulang juga membantu Anda untuk menguraikan proses sesuai dengan kebutuhan Anda.

Penutup

Cara membuat flowchart di atas dapat membantu Anda secara lebih praktis memahami alur yang kompleks. Anda bisa memilih tools yang menurut Anda mudah untuk dipakai. Gunakan simbol sesuai dengan fungsinya dan memberikan warna yang konsisten.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *