Grid System untuk Tata Letak Desain Profesional

Pada saat mengurus tata letak atau layout dalam desain, Anda pasti akan sering bertemu dengan grid system. Istilah ini merujuk pada kerangka kerja dalam desain visual, yang berfungsi untuk menyusun konten agar lebih rapi, konsisten, terukur, dan profesional.

Lalu kira-kira, apa yang dimaksud dengan grid? Singkatnya, grid adalah kumpulan garis horizontal dan vertikal yang saling berpotongan. Biasanya, hasil akhir grid adalah kotak atau struktur lain yang terlihat padu, sehingga membuat tata letak desain semakin bagus.

Jenis-Jenis Grid

Karena Anda sudah tahu definisinya, kini saatnya untuk memahami jenis-jenis grid system yang populer dalam desain visual. Totalnya ada tiga jenis grid yang paling populer, seperti pada penjelasan berikut! 

1. Kolom Tunggal

Seperti namanya, grid system design ini hanya fokus pada satu kolom tunggal saja. Alasannya beragam, tapi biasanya karena konten lebih fokus pada tulisan. Jadi, kolom hanya berfungsi sebagai gambar pelengkap, visualisasi data, dan elemen komunikasi saja.

Sistem ini paling banyak Anda temukan pada desain UI/UX sebuah blog dan platform lain yang kontennya lebih banyak tulisan daripada gambar.

2. Multi-Kolom

Jika kolom tunggal hanya memiliki satu kolom, maka grid multi-kolom punya dua atau lebih kolom dalam desain visualnya. Fungsinya untuk mengatur tata letak untuk desain yang lebih kompleks, misalnya jika ingin membuat beberapa konten berbeda di satu lembar desain.

Salah satu contoh sistem grid ini bisa Anda temukan dalam katalog dan majalah. Pada desain tersebut, biasanya Anda perlu lebih banyak kolom untuk foto produk, dua topik tulisan atau lebih, dan lain-lain.

3. Modular

Bicara soal sistem grid UI/UX, jenis modular tidak boleh Anda lupakan. Hal ini karena eksistensinya sangat umum di era serba digital seperti sekarang, terutama di aplikasi e-commerce dan aplikasi shopping lainnya.

Jumlah kolom di grid modular biasanya jauh lebih banyak daripada di kedua jenis lainnya. Ukurannya lebih kecil, mengingat isi konten yang lebih variatif. Anda dapat menggunakannya untuk desain dashboard dan menampilkan produk saat pencarian di e-commerce.

Kenapa Harus Membuat Sistem Grid

Sebenarnya, ada banyak alasan kenapa Anda harus menggunakan sistem grid saat menyusun desain, seperti pada penjelasan berikut!

1. Memudahkan Proses Pembuatan Desain Profesional

Karena merupakan kerangka kerja, fungsi sistem grid adalah untuk mempermudah proses pembuatan desain. Hal ini karena layout sudah ada, sehingga Anda tinggal menyesuaikannya dengan menambahkan gambar, tulisan, dan konten lain yang relevan.

Membuat grid terlebih dulu juga bisa membuat proses pengerjaan semakin cepat karena sudah punya kerangka. Hasilnya juga akan terlihat lebih rapi dan tertata, sehingga tampak profesional. Jadi seakan dibuat oleh orang ahli yang paham tentang desain visual.

2. Mempermudah Keterbacaan

Anda juga perlu sistem grid untuk mempermudah keterbacaan. Pasalnya, saat kerangkanya sudah ada, Anda bisa punya gambaran tentang desainnya secara lebih keseluruhan. Anda akan tahu kira-kira desain bisa terbaca dengan baik atau malah sebaliknya.

Hal ini penting agar Anda tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk revisi, mengingat keterbacaannya sudah baik. Karena itu, pastikan untuk membuat sistem grid terlebih dulu sebelum menggambar atau membuat desain visual agar lebih efektif.

Penutup

Itulah segala hal yang perlu Anda ketahui tentang grid system, mengingat kerangka ini penting dalam proses pembuatan desain visual. Fungsinya agar Anda bisa membuat desain dengan lebih cepat, mudah, dan efektif tanpa ada hambatan atau masalah yang berarti.