Design System untuk Konsistensi Produk Digital

Pada saat membuat desain produk digital, ada banyak hambatan yang bisa Anda temukan selama prosesnya, termasuk soal konsistensi. Karena itulah design system punya peranan yang sangat penting. Jadi, pastikan Anda mengenali sistem tersebut dengan baik.

Apabila Anda belum tahu design system itu apa, istilah ini merujuk pada kumpulan pola desain. Jika sistemnya sudah ada, Anda bisa menjadikan sistem ini sebagai referensi dalam pemilihan warna, tipografi, dan elemen desain lain agar lebih tetap dan konsisten.

Mengenal Sistem Desain dengan Lebih Dekat 

Pada penjelasan di atas, Anda pasti sudah punya gambaran soal apa yang dimaksud dengan desain sistem, yaitu kumpulan pola desain. Sebelum membuat desain produk digital untuk sebuah brand, pertama-tama harus memiliki kumpulan polanya terlebih dulu.

Pada sistem tersebut, Anda harus menentukan tema, warna, tipografi, dan elemen desain lain untuk semua produk digital. Fungsinya sangat mirip dengan peta, mengingat arah dan tujuan desain semuanya berasal dari satu sistem yang sama.

Jika eksistensinya sudah ada, workflow Anda saat membuat desain akan lebih mudah. Bukan hanya untuk satu produk digital saja, karena sistem tersebut bisa Anda daur ulang untuk semua produk yang lainn. Inilah alasan mengapa desain sistem penting.

Hasilnya, semua produk digital yang Anda buat memiliki karakter yang sama meski desainnya berbeda-beda. Audiens pun akan mengenali desain produk digital Anda dengan mudah karena konsistensinya. Hal ini sangat vital untuk branding, khususnya dalam bisnis.

Hal yang Harus Ada dalam Sistem Desain Digital

Kini Anda sudah tahu jika design system adalah kumpulan pola yang berkaitan dengan desain. Ternyata, ada beberapa komponen yang termasuk dalam sistem tersebut, yaitu sebagai berikut!

1. Component & Pattern Library

Hal pertama yang harus ada di dalam sistem desain adalah component dan pattern library. Pada bagian component library, pastikan semua elemen interaktif ada di sana. Contohnya seperti tabs, icon, checkbox, dan button untuk desain UI aplikasi.

Jika component library lebih fokus pada desain UI, maka pattern library lebih memerhatikan desain UX. Tujuannya agar pembuatan jalur atau alur tertentu saat melakukan aktivitas di aplikasi semakin mudah, sehingga pengalaman pengguna akan meningkat.

2. Tujuan Perusahaan dan Nilai Produk

Selain itu, Anda juga harus selalu memerhatikan tujuan dan nilai perusahaan agar desain produk digital selalu selaras dengannya. Hal ini karena desain sangat berpengaruh pada citra perusahaan. Jadi, untuk mempertahankan konsistensi, selalu perhatikan ini.

3. Icon Library dan Token Desain

Penting untuk dicatat jika Anda bukan satu-satunya orang yang akan mengakses sistem desain. Semua orang yang bertugas untuk membuat konten dan desain harus bisa membuka sistemnya, termasuk UI/UX designer, social media specialist, dan lain sebagainya.

Bahkan, tim-tim lain dan para petinggi perusahaan yang berwenang juga bisa mengaksesnya. Jadi, Anda wajib membuat icon library, berisi simbol yang mewakili semua objek. Fungsinya sebagai tempat untuk mencari informasi penting di dalam sistem. 

Selain itu, token desain juga tidak kalah vital di dalam sistem. Pasalnya, semua kode atau nama semua elemen ada di sini, termasuk terkait warna, tipografi, dan lain sebagainya Jadi, orang lain yang melihat bisa menemukan informasinya dengan cepat.

Penutup

Sadar tidak sadar, design system punya peranan penting saat membuat desain visual. Tujuannya agar desain untuk semua produk digital Anda lebih konsisten, sesuai dengan nilai dan tujuan perusahaan, serta mempermudah proses kolaborasi dengan orang lain.